Sepintas dengan Watermarks*
Oleh
Reza Saeful Rachman

Tentang watermarks
Watermark adalah gambar atau pola dalam kertas yang muncul lebih ringan atau gelap bila dilihat oleh cahaya yang ditransmisikan. Ini disebabkan oleh variasi ketebalan kertas. Ada dua cara utama dalam memproduksi sebuah watermark kertas; yang pertama adalah melalui dandy roll, dan yang kedua melalui proses cetakan silinder. Watermark sangat bervariasi. Watermarks sering digunakan sebagai fitur keamanan uang kertas, paspor, prangko, dan dokumen lain untuk mencegah pemalsuan. Sebuah watermark sangat berguna dalam pemeriksaan kertas karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi ukuran, merek dagang pabrik dan lokasi, dan kualitas kertas.
Watermark kertas dapat dilihat ketika memegang kertas yang dihadapkan pada cahaya. Biasanya, mereka menunjukkan nama produsen, dan desain geometris, atau gambar binatang, dll

The Dandy Roll Proses
Proses dandy roll adalah salah satu cara pembuatan watermarks. Sebuah watermark dibuat dengan cara melapisi cetakan dengan cap atau dandy yang menimpa kertas selama proses pembuatan. Watermark seperti ini pertama kali diperkenalkan di Bologna, Italia, pada 1282; namun pemodernan dandy roll diciptakan pada tahun 1826 oleh John Marshall.
Watermark jenis ini telah digunakan oleh para pembuat kertas untuk mengidentifikasi produk mereka, dan juga untuk mencegah pemalsuan. Penemuan revolusioner dandy watermark roll, membuat lebih mudah perusahaan untuk membuat watermark pada kertas mereka.
Proses dandy roll adalah sebagai berikut:
1. cahaya ditutupi oleh bahan serupa dengan jendela layar yang timbul dengan pola.
2. Samar garis yang dibuat oleh kabel-kabel diletakkan sejajar dengan sumbu dari gulungan dandy, dan garis-garis yang berani dibuat oleh rantai kabel yang berjalan di sekeliling untuk mengamankan kabel dan meletakkan gulungan dari luar.
3. Karena kabel rantai terletak di bagian luar, mereka memiliki pengaruh lebih besar dalam bubur kertas, maka penampilan mereka lebih berani daripada garis kawat.
4. Karena berpola, bagian halaman yang lebih tipis, itu lebih mentransmisikan cahaya dan karena itu memiliki penampilan yang lebih ringan daripada kertas sekitarnya.

The Cylinder Mould Proses
Cara lain dalam membuat watermark adalah melalui proses watermark cetakan silinder. Sebuah water mark berbayang, pertama kali digunakan pada tahun 1848. Watermark yang dihasilkan umumnya lebih jelas dan lebih rinci daripada yang dibuat oleh Dandy proses Roll, dan dengan demikian Watermark Cylinder Mould lebih banyak digunakan pada kertas untuk uang kertas, paspor, judul kendaraan bermotor, dan dokumen lain di mana itu penting mengukur anti-pemalsuan.

Seiring dengan Sejarah Kertas Eropa dan Persebarannya
Percobaan pertama yang telah sangat berhasil dengan gemilang untuk pembuatan sebuah barang yang menyerupai kertas modern seperti yang telah banyak dikenal selama ini, telah dibuat di Mesir pada zaman dahulu. Suatu tanaman air yang dikenal dengan nama papyrus telah menghasilkan bahan tersebut. Papyrus merupakan suatu tanaman yang sangat menarik perhatian, tangkainya tumbuh dari 10 hingga 15 kaki tingginya. Tangkainya berbentuk segitiga secara bersilangan dan di sekeliling dasarnya tumbuh beberapa daun yang berserabut pendek. Papyrus sangat halus atau rata, tanpa bonggol-bonggol dan duri-duri yang menuju pada kelompok bunga besar, nyaman dan berbentuk rumbai. Tanaman tersebut tumbuh dengan indah di tepian danau yang kecil dan sungai-sungai di bagiaan Afrika. Perdagangan kertas Mesir telah berkembang dengan pesat pada abad ke 3 dan berlanjut hingga abad ke 5 SM.
Tumbuhnya pemakaian kulit binatang serta perubahan-perubahan geografis daerah sungai Nil, telah mendorong terhadap ”matinya“ papyrus. Penanaman menjadi sukar dan papyrus menurun dengan drastis. Kata “paper“, “papier” dan “papel” diambil dari kata latin papyrus. Biblios merupakan terminologi latin yang digunakan untuk arti bagian dalam serabut (fiber) dari tanaman papyrus dan tulisan pada lembaran-lembaran papyrus dikenal dengan sebutan biblia.
Orang yang menemukan kertas untuk pertama kali secara pasti tidak diketahui, meskipun dokumen-dokumen sejarah Cina lama secara hati-hati dan tegas menyebutkan Ts’ai Lun membentuk kertas pertama kali pada tahun 105 sesudah Masehi. Hal ini ditulis Sukey Hughes dalam buku Washi The World of Japanese Paper sebagai berikut:
“Exactly how true paper come into being is not precisely known, but scolars have formed a good theory. Although old Chinese historical documents carefully and explicitly credit one Ts’ai Lun, acourt eunuch, with the invention of paper ini central China in 105 A.D., it is certain that neither the idea nor the product was arrived at overnight.”

Ada perbedaan pendapat yang menyatakan apakah Ts’ai Lun benar-benar sebagai penemu kertas sesungguhnya atau sebelumnya sudah ada yang menemukan kertas. Masalah ini dinyatakan oleh Vance Studley sebagai berikut.
“There is some dispute as to whether Ts’ai Lun was indeed the true inventor of paper. Scholar feel that a kind of paper made from silk may have preceded his product. The credit of original invention of fused paper first used silk waste to make paper, and the time was before A.D. 105. It was known that in the year 12 B.C. paper was already used for wrapping medicine in the imperial court. The fact that Ts’ai Lun retained the old name chih, a partial word for silk, instead of using a new name was further proof that paper was not an entirely new product but only an improvement on something which already existed.”
Kertas dapat menjadi bagian dari budaya Eropa melalui perjalanan sejarah yang panjang. Terlepas dari pro – kontra tentang penemu kertas, tetapi sejarah telah mencatat Ts’ai Lun mempersembahkan kertas hasil ciptaannya pada Kaisar Ho Ti pada tahun 105 Masehi. Hal ini membuat gembira hati kaisar sehingga ia dianugerahi gelar kebangsawanan. Kertas ciptaan Ts’ai Lun ini dibuat dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero Cina. Baru pada tahun 600 sesudah Masehi, pembuatan kertas mencapai Korea, dan baru sekitar 15 tahun kemudian sampai ke Jepang seiring dengan menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Selama perang di sepanjang perbatasan Turkistan, sejumlah pembuat kertas bangsa Cina tertangkap dan dipaksa untuk membuka rahasia profesinya. kepada orang-orang Arab sehingga di zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand. Kemudian Samarkand menjadi wilayah pembuat kertas karena mendapat pengetahuan baru yang diperolehnya serta didukung kondisi alamiah yang cocok untuk pembuatan kertas. Berangsur-angsur para ahli pembuat kertas pindah ke Timur, ke arah Damaskus kemudian ke Mesir dan Maroko, dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India. Eropa memperoleh pengetahuan tentang pembuatan kertas agak terlambat, yaitu pada abad ke 12 atau ke 13 melalui Itali dan Spanyol khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol.
Sekitar abad ke 12 orang Spanyol membuat kertas di Valencia, kemudian menyebar ke Perancis, dengan pabrik pertama didirikan di Troyes. Akhirnya keterampilan membuat kertas sampai di Inggris pada akhir abad ke 15. Pada awalnya, kertas-kertas Eropa dibuat dari rongsokan linen dan kapas seperti sekarang ini, ketebalan dan kekasaran lembaran menuntut perekatan dengan selatin dari binatang, sebelum kertas tersebut dapat menerima tinta dari pena bulu angsa. Kemudian Johann Gutenberg menggunakan press cetak untuk menyesuaikan permukaan kertas ukuran Eropa yang keras dan kenyal.
Salah satu dokumen yang pertama kali diketemukan, menunjukkan bahwa pembuatan kertas di Itali berlangsung pada akhir abad ke 13 dan dibuat di pabrik Fabriano, yang saat ini masih berproduksi. Pabrik di Fabriano merupakan tempat yang penting karena menghasilkan kertas dengan kaulitas bagus dan tidak seperti kertas biasa pada waktu itu karena diberi bahan perekat dari kulit binatang. Hasil pembuatan pabrik tersebut permukaannya sangat halus dan bagus untuk menulis dan menggambar.
Pemakaian lem dari kulit binatang pada kertas menyebabkan kertas tersebut sebagai suatu pengganti dari parchment dan vellum. Teknik dari pabrik tersebut segera ditiru oleh pabrik-pabrik kertas di seluruh Eropa. Di Perancis, ada sebuah legenda bahwa pada tahun 1147, seorang warga negara Perancis bernama Jean Montgolfier telah dipenjara selama Perang Salib ke 2 dan dijatuhi hukuman kerja paksa selama 3 tahun di sebuah pabrik kertas di Damascus. Di sana ia belajar membuat kertas sehingga sepulangnya ke Perancis, sanggup mendirikan pabrik kertasnya sendiri. Selama 200 tahun berikutnya, maka pabrik-pabrik kertas berkembang di Perancis selama beberapa dasawarsa. Di sana terdapat bukti bahwa pabrik-pabrik kertas telah menghasilkan barang-barang kertas di Cologne dan Mainz, Jerman pada tahun 1320. Hal itu terdapat dalam catatan harian dari pembuat kertas Nuremberg, Ulman Stromer yang telah membuat dokumen bahwa Stromer telah membangun pabrik dan melengkapinya pada tahun 1390. Pabrik Stromer yang terletak dekat kota Nuremberg merupakan pabrik kertas pertama yang digambar dalam sebuah buku yang dipublikasikan dalam: Hartmann Schedel’s Nuremberg Chronicle of 1493.
Pembuatan kertas menjadi suatu kerajinan yang mapan di Belanda selama akhir abad ke 16. Perang delapan puluh tahun masih berlangsung kemudian dan ikatan-ikatan dengan pusat-pusat pembuatan kertas Perancis telah menjadi hancur pada tahun sebelum jatuhnya Antwerpen oleh Spanyol. Hal ini menimbulkan suatu migrasi ke Utara, dari Antwerpen (Pusat kertas terbesar yang dikuasai Austria) pindah ke Amsterdam. Pada akhir abad tersebut Amsterdam menjadi pusat produksi kertas dan perdagangan Internasional. Dari sinilah kemudian produksi kertas meluas ke Eropa dan menjadi terkenal. Selain itu, penemuan alat Hollander beater, sebuah alat yang dipakai untuk merendam dan menyiapkan bubur kertas pada abad ke 17, maka pembuatan kertas menjadi industri utama, dan Belanda menjadi terkenal karena kertas-kertas putihnya yang bagus dan halus. Saat ini Perusahaan Kertas Van Gelder masih terus beroperasi dengan menggunakan pabrik kertas yang bertenaga angin (wind-driven paper mill). Pabrik tersebut terletak di Westzaan dan dibangun pada tahun 1692.
Kertas produksi Eropa yang kemudian menyebar ke daerah-daerah jajahan Eropa mempunyai ciri yang tidak ditemukan pada kertas Cina dan Arab. Kertas Eropa memiliki watermark. Kertas tertua yang memiliki watermark berasal dari tahun 1346 yang saat itu sudah ditemukan 271 model watermark yang berasal dari Italia, Perancis, Swzitzerland dan Jerman. Hal ini menunjukkan sudah beragamnya jenis kertas yang diproduksi.

Pro Patria watermark: sebuah contoh
Pro Patria dapat diterjemahkan sebagai 'untuk tanah'. ada dua jenis Pro Patria watermark, yakni the 'Britannia' yaitu bentuk yang digunakan oleh papermakers kontinental memproduksi kertas untuk pasar Inggris; dan yang kedua adalah 'Maid of Dort " yakni bentuk, diproduksi untuk dijual umum.
Motif Britannia berlaku di akhir abad 18. Di tengah motif adalah gambar tradisional Britannia, berjubah, duduk dan dilihat dalam profil. Di satu sisi ia memegang tombak; di lain satu tangkai bunga atau daun. Di sampingnya adalah perisai dihiasi dengan inti dari bendera Inggris dan disertai medali moto yang bertuliskan seperti 'EIESQUE ... LIBERTATE ... PRO PATRIA', 'PRO Rege ... ET ... PRO PATRIA'.
The 'Maid of Dort' adalah bentuk watermark Pro Patria yang lebih berhias, dan digunakan lebih dari rentang geografis yang lebih luas. WA Churchill dalam bukunya Watermarks in paper in Holland, England, France etc., in the XVII and XVIII centuries and their interconnection menunjukkan beberapa versi, yakni Heawood's watermarks, terutama dari 17 dan 18 abad (1962) menunjukkan 22 versi dan ‘Dort' yang tak lain adalah kependekan dari Dortrecht, yaitu sebuah kota di Sungai Maas yang didirikan pada abad kesebelas dan, dalam hal ini digunakan simbol nasional Belanda.
Churchill menjelaskan bahwa dalam tanda air Pro Patria, pejuang Belanda duduk di dalam pagar dan memegang topi di ujung tombak. kekuatan senjata yang diwakili oleh seorang singa merajalela mengacungkan pedang dan menahan di sisi lain seikat anak panah. Dia berdiri siap untuk mengusir penyusup.



* dikumpulkan dari berbagai sumber digital:
http://www. wikipedia.org
http://www.naskahkuno.blogspot.com
http://www.google.com